Rabu, 26 April 2017

Antisipasi Perang, Rakyat Jepang Beramai-ramai Membangun Bunker


Semakin panasnya situasi di Semenanjung Korea terutama setelah Korea Utara dan Amerika Serikat saling ancam membuat warga Jepang tak mau ambil risiko.
Beberapa waktu belakangan penjualan bunker dan pemurni air yang dirancang untuk mencegah radiasi dan pencemaran racun meningkat pesat.
Peningkatan ini bahkan membuat perusahaan pemasok kewalahan memenuhi permintaan warga.
"Setahun lalu, kami mungkin hanya mendapatkan lima permintaan alat pemurni air sehari. Kini permintaan itu melonjak hingga 30 sehari," kata Shota Hayashi, juru bicara perusahaan Oribe Seiki Seisakusho yang berbasis di kota Kobe.
"Sebagian pesanan adalah dari warga biasa yang ingin memasang filter pemurni air di kediaman mereka dan bukan untuk keperluan bisnis," tambah Hayashi.
"Banyak orang yang sangat ketakutan dengan perkembangan yang terjadi saat ini," tambah dia.
Selain itu terjadi juga peningkatan permintaan pembuatan bunker anti-nuklir yang biasanya dibangun di bawah sebuah rumah.
Hayashi menambahkan, para pemesan nampaknya tak mempermasalahkan harga 25 juta yen atau sekitar Rp 3 miliar yang dipatok perusahaannya.
"Mereka malah mengeluh akibat panjangnya antrean," tambah Hayashi.
Kekhawatiran warga Jepang akan pecahnya perang di Korea semakin meningkat beberapa bulan terakhir.
Namun, kekhawatiran warga bertambah setelah PM Shinzo Abe awal bulan ini mengatakan, Korea Utara mengembangkan teknologi yang memungkinkan misil mereka membawa hulu ledak berisi gas sarin.
Pemerintah Jepang juga telah memperbarui situs perlindungan warga yang berisi langkah-langkah yang harus dilakukan jika serangan misil terjadi.
Warga diharap berlindung di bangunan yang kukuh atau di ruang-ruang bawah tanah. Jika masih berada di ruang terbuka maka warga diminta tiarap atau bersembungi di belakang bangunan.
Warga yang diam di dalam rumah juga diimbau menjauhi jendela agar tak terkena serpihan kaca.
Pemerintah juga memerintahkan para pengelola sekolah  Jepang di Korea Selatan untuk memantau perkembangan dan bersiap untuk dievakuasi setiap saat. (sumber: kompas.com)

Selasa, 25 April 2017

Pabrik Mitsubishi Indonesia Produksi MPV Nissan


 ‎Terjawab sudah rencana produk baru hasil aliansi Mitsubishi dan Nissan. Pabrik baru Mitsubishi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, bukan cuma memproduksi MPV Sejuta Umat merek Mitsubishi tapi juga Nissan.

Hal itu diungkap CEO Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko saat konferensi pers di pembukaan pabrik baru, Selasa (25/4/2017). Masuko membeberkan rencana pemanfaatan kapasitas pabrik yang melibatkan produk Nissan.

Saat ini kapasitas pabrik Mitsubishi di Bekasi sebesar 160.000 unit per tahun. Pembagiannya, 80.000 unit untuk MPV Mitsubishi, 60.000 unit untuk Pajero Sport, dan 20.000 unit buat pikap L300.

Perakitan Pajero Sport sudah dimulai, lantas produksi MPV Mitsubishi bakal dilakukan pada September mendatang.

‎"Di masa depan, kami berpeluang menyuplai MPV ini ke Nissan. Saat itu kapasitas mungkin tidak cukup, saat itu kami tertantang meningkatkan kapasitas produksi sampai 240.000 unit. Suatu saat kami ingin meningkatkannya," kata Masuko-san.

Versi konsep MPV Mitsubishi sudah keliling Indonesia sejak pertama kali muncul di Gaikindo Indonesia International Auto Show‎ 2016. Model sejuta umat itu bakal menawarkan sesuatu yang berbeda ketimbang Avanza atau Xenia, yaitu memadukan desain crossover dengan fungsionalitas MPV.

Belum diketahui akan sejauh mana perbedaan versi produksi MPV Mitsubishi dengan XM Concept. Masih jauh juga rasanya membahas apakah versi Nissan hanya akan beda emblem atau ganti desain. (sumber: otomania.com)

Aturan Lelang Frekuensi 2,1 dan 2,3 GHz Diteken Mei


Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan bahwa aturan pelelangan spektrum 2,1 dan 2,3 GHz akan selesai pada pertengahan Mei 2017. Dengan begitu ia meyakinkan implementasi pelelangan bisa mulai diadakan pada pertengahan tahun. 

Rudiantara juga mengungkap bahwa dalam persiapan pelelangan semua operator yang berminat telah menandatangani kesepakatan "What If Scenario". Artinya, para operator telah membuat skenario kalau menang di 2,1 di blok mana, maka siapa akan pindah ke mana.

"Itu semua (operator telekomunikasi) sudah tanda tangan, jadi 1 Januari 2018 semua sudah bisa live," terang Rudiantara saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/4). 

Sementara itu, untuk spektrum 2,3GHz ia menegaskan mengalami kendala meski nantinya akan dilelang dalam waktu bersamaan. Kendala yang dimaksud yakni permasalahan hukum yang diduga berkaitan dengan PT Internux (Bolt). 

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah melakukan banding atas hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang memenangkan gugatan PT Internux (Bolt) terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz.

PN Jakarta Pusat mengabulkan gugatan Internux kepada Kominfo yang dinilai telah melanggar UU No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi yang lalai melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pemenang seleksi 2,3 GHz. 

Dalam kasus tersebut Kominfo dinilai mengizinkan adanya kegiatan monopoli yang beroperasi secara nasional oleh pengguna pita frekuensi 1,9 GHz yang direlokasi ke pita frekuensi 2,3 GHz tanpa melalui proses seleksi dan lelang atau dalam hal ini melibatkan PT Smartfren Telecom.
Rudiantara kembali menegaskan bahwa masalah ini harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum spektrum tersebut dilelang. Dua bulan tenggat dirasa cukup untuk pelelangan dan refarming sesuai rencana. 

Sebelumnya, pria yang kerap disapa Chief RA ini menjanjikan aturan pelelangan akan rampung pada akhir Maret. Sayangnya, rencana ini diundur hingga akhir April. Kominfo juga telah mengadakan konsultasi publik yang digelar pada 22 Februari 2017 sampai 5 Maret 2017. (sumber: CNN Indonesia)

Jokowi Minta Mitshubishi Tularkan Etos Jepang ke SDM Indonesia


Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyempatkan hadir meresmikan pabrik baru Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Greenland International Industrial Center  (GIIC) Cikarang Pusat,  Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4/2017).
 
Dalam pidatonya, Joko Widodo menekankan kepada Mitsubishi serta pabrikan Jepang lain untuk jangan segan-segan melibatkan sumber daya  manusia (SDM) Indonesia untuk berinovasi. Lebih dari itu juga meminta mereka menularkan etos kerja Jepang di Tanah Air. 
 
"Ajak SDM Indonesia untuk berinovasi. Bagus juga jika terus lakukan pelatihan SDM lokal, dan disiplin tinggi Jepang bisa ditularkan ke Indonesia. Jangan ragu melibatkan putra-putri kami karena SDM Indonesia aslinya pintar-pintar semua," ujar Joko Widodo, Selasa (25/4/2017). 
 
Jokowi melanjutkan, kalau dirinya berharap akan ada juga alih teknologi dalam setiap investasi yang dilakukan.  "Kami juga akan pastikan SDM kita bisa penuhi kebutuhan industri yang investasi di Indonesia. Ini salah satu pilar kemerataan kebijakan ekonomi," ucap Jokowi. 
 
Peningkatan kemampuan SDM, tutur Jokowi, juga bakal didukung oleh kebijakan pemerintah yang  mendorong kecocokan kerja antara vokasi dan industri. "Kita kuatkan dengan skema vokasi yang kuat seperti di sektor otomotif, pariwisata dan perhubungan, yang mulai ditempuh  dengan sekolah vokasi dan training," kata Jokowi. (sumber: kompas.com)

Meski Satu Kelas, Kehadiran Ignis Tak Akan Ganggu Pasar Karimun


Suzuki Indomobil Sales (SIS) membandrol Ignis dengan harga mirip dengan Karimun Wagon R. Meski demikian, Ignis diklaim tidak akan menggangu pasar mobil murah ramah lingkungan (low cost green car) nya itu.
Rifkie Setiawan, 4W Marketing Research, Data Analaysis anda ATL Manager SIS, mengatakan, Ignis dan Wagon R punya segmen yang berbeda, maka secara pasar tidak akan bertabrakan.
"Memang harganya selisih tipis dengan Karimun Wagon R, namun target pasarnya dari kedua mobil tersebut berbeda. Kami yakin pasar Wagon R tidak akan dimakan Ignis karena tujuan pembelian dari keduanya juga berbeda," ucap Rifkie ketika berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (25/4/2017).
Menurut Rifkie, Karimun Wagon R memiliki market yang sudah terbentuk cukup kuat. Konsumen pembelinya lebih mementingkan sisi fungsi dibandingkan masalah fitur-fitur yang ditawarkan.
"Selisih harga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta meski terlihat tipis tetap menjadi perhitungan bagi konsumen Wagon R. Mereka lebih mementingkan masalah fungsi tidak seperti konsumen Ignis, jadi secara strategi tidak akan saling makan pasarnya," kata Rifkie.
Sekadar informasi, secara perbandingan selisih harga antara Karimun Wagon R GS AGS Airbag yang dipasarkan sebesar Rp 133 juta, bedanya hanya Rp 6.5 juta dengan Ignis GL MT yang dijual Rp 139,5 juta. Harga ini memang cukup menggoda untuk calon konsumen Wagon R. (sumber: kompas.com)

Peresmian Diler BMW i



BMW Indonesia bekerjasama dengan PT Astra International Tbk-BMW Sales Operation (AI-BSO) meresmikan diler baru di Serpong, Tangerang. Inilah diler pertama di Indonesia yang memiliki akses dan fasilitas dalam menangani kendaraan BMW i.

Diler yang diresmikan Selasa, (25/4/2017 ini juga disebut sebagai bentuk komitmen AI-BSO dan BMW Indonesia untuk meningkatkan performa dan kemudahan akses terhadap seluruh layanan dan ketersediaan kendaraan premium BMW.

Diler ini terletak di Astra Biz Center, Raya BSDSerpong, berdiri di taas lahan 4.675 m2, dilengkap berbagai standar fasilitas pelayanan. Selain itu, ada fasilits BMW i Service dan BMW i Corner yang memungkinkan konsumen mendapat layanan optimal.

"Ini bukti keseriusan kami membawa orientasi akan kendaraan masa depan lebih dekat ke konsumen di Indonesia. Kami berharap BMW Serpong menjadi referensi utama era mobilitas baru yang telah berubaha berkat kemajuan teknologi," ujar Karen Lim, Presiden Direktur BMW Indonesia.

Menarik dilihat di "diler masa depan" ini adalah i Corner, yang memungkinkn konsumen mengenal lebih dekat dengan teknologi dan keunggulan BMW i. Di Indonesia, Seri i yang sudah dijual adalah BMW i8 yang merupakan tipe Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), pertama dijual di pasar Indonesia.

Buat Grup Astra, peresmian diler BMW Serpong ini juga dianggap sangat bermakna, karena AI-BSO menjadi yang pertama meluncurkan layanan terbaik di kawasan terpadu Astra Biz Center.

"Kami bangga bisa membuktikan komitmen dalam mengembangkan merek BMW di Indonesia dengan dibukanya BMW Serpong. Diler ini tidak hanya menjadi ujung tombak perusahaan dalam menghadirkan kendaraan dan layanan premium, namun juga turut memberikan efek positif terhadap laju perekonomian Serpong," ucap Fredy Handjaja, CEO AI-BSO.

Tentu tak hanya i8 yang menjadi pajangan, diler BMW Serpong juga memajang line up lengkap produk BMW yang dijual di Indonesia. (sumber: kompas.com)

Senin, 24 April 2017

Cara Menghindari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung


Tiga pendaki tersambar petir saat mendaki Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah, pada Minggu (24/4). Mereka tersambar petir saat berada di dekat sebuah menara di puncak dalam kondisi cuaca hujan. 

Mendaki gunung memang bukan kegiatan tanpa risiko. Para pendaki harus siap berhadapan dengan hipotermia, cedera akibat jalur yang licin, hingga diserang binatang buas. Saat hujan, yang paling ditakuti pendaki adalah petir. 

Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari tersambar petir saat berada di gunung.


1. Jika memang terpaksa mendaki dalam kondisi hujan, maka siasati dengan mencari tahu kondisi cuaca di gunung yang akan didaki. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menghubungi tim di basecamp setempat.

2. Jangan berada di padang rumput yang luas, puncak, atau punggungan gunung yang terbuka. 

3. Hindari berlindung di bawah pohon yang tinggi, karena saat petir menyambar pohon, aliran listrik akan merambat ke tanah dan berbahaya bagi pendaki. Jika terpaksa, pendaki bisa berlindung pada pohon yang berdiri lebih rendah.

4. Mematikan alat-alat yang memancarkan atau menerima gelombang seperti telepon seluler, HT (Handy Talky), GPS atau radio. Gelombang yang dipancarkan peralatan ini bisa memancing petir untuk menyambar. Ponsel bisa dinyalakan asal dengan mode pesawat.

5. Jika mendirikan tenda di tempat terbuka, pilih daerah lembah atau daerah rendah lainnya.

6. Hindari aksesori berbahan logam. Jenis bahan ini adalah penghantar listrik sekaligus bisa menangkap kilat.

7. Alasi tubuh dengan ransel, matras atau bahan anti konduktor lain. Hal ini untuk menghindari tubuh agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah. (sumber: CNN Indonesia
)