Senin, 01 Mei 2017

"Mobnas" Fin Komodo Generasi Baru Hadir di IIMS 2017



Fin Komodo kembali tampil dalam ajang Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2017. Beda dengan sebelumnya, kali ini model yang dibawa merek mobil nasional ini merupakan generasi terbaru dari Komodo yang sudah mendapat beberapa penyempurnaan.
Meski memiliki desain yang serupa, tapi mobil bergenre mini offroad buatan Cimahi, Jawa Barat ini, diklaim lebih lapang dari sebelumnya. Hal ini membuat pengendara dan penumpang lebih nyaman saat mengendarainya.
CEO Fin Komodo Ibnu Susilo, mengatakan perubahan paling signifikan ada di sektor dimensi kabin yang saat ini dirancang lebih luas dari generasi sebelumnya.
"Secara dimensi baik lebar dan panjang sama, tapi kita bikin kabinnya lebih lapang. Dasbor kita majukan sedikit, rangka dan roll bar juga kita naikkan. Jadi posisi kaki tidak lagi mentok ke dasbor," ucap Ibnu saat berbincang dengan KompasOtomotif di gelaran IIMS 2017, Minggu (30/4/2017).
Tidak hanya itu, desain interior juga ikut dirubah. Mulai dari bentuk jok yang dibuat lebih nyaman dengan karakter sporty, kokpit yang lebih terpusat ke pengendara, serta ada tambahan power outlet untuk keperluan mengisi daya baterai gadget.
"Biar tidak khwatir kehabisan baterai saat sedang adventure kita tambahkan power outlet. Untuk kaki-kaki tidak berbeda, mesin juga masih sama 250 cc dengan transmisi CVT," kata Ibnu.
Sedangkan untuk harga, generasi terbaru Fin Komodo ini dipasarkan sebesar Rp 99 juta. Bagi yang berminat juga sudah bisa melakukan pemesanan di booth Fin Komodo yang ada di Hall C, JIExpo Kemayoran, Jakata Pusat. (sumber: kompas.com)

Renault Kwid Pakai Pelek Baru di IIMS 2017


Renault Kwid ikut tampil dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 bersama Nissan dan Datsun. Menariknya, ada pemandangan berbeda dari Kwid yang dipajang, yakni pada sektor pelek yang tak lagi menggunakan kaleng tertutup dop.
Kwid tampil menggunakan pelek baru berbahan alumunium alloydengan dominasi kelir hitam. Desainnya pun lebih modern dengan adanya kombinasi polesan pada seputar palang yang kemudian dihiasi lambang Renault pada bagian tengah.
Meski demikian, jumlah bautnya masih tetap ganjil, yakni tiga baut. Hal ini tentu menjadi kendala bagi calon pemilik Kwid, khususnya bila ingin memodifikasi pelek, karena pelek dengan pitch circle diameter (PCD) tiga baut cukup sulit, belum lagi dengan dimensi yang kecil.
Saat KompasOtomotif mengkonfirmasi ke salah satu tenaga penjual, ternyata pelek tersebut bukan bawaan asli. Pelek berbahan alumunium itu merupakan aksesori yang dijual secara terpisah, artinya bagi konsumen yang ingin pakai pelek tersebut harus menyediakan dana tambahan.
"Bukan asli, yang asli tetap ini (kaleng dan dop). Tapi konsumen yang mau pesen Kwid langsung dengan pelek ini bisa, untuk harga pelek saja saya kurang begitu paham," ucap wiranaga Renault kepadaKompasOtomotif, Minggu (30/4/2017).
Harusnya dengan persaingan yang makin ketat, Renault sudah berbenah diri pada mobil murahnya. Apalagi dengan kehadiran Suzuki Ignis yang secara harga dan desain lebih menggoda dibandingkan Kwid. (sumber: kompas.com)

Minggu, 30 April 2017

Peretasan Indosat & Telkomsel Peringatan agar Transparan


Peretasan yang menimpa situs Telkomsel dan subdomain Indosat Ooredoo menjadi peringatan bagi industri telekomunikasi. Transparansi merupakan masalah yang mesti dibenahi oleh para operator.

Sularsi, Koordinator Bidang Pengaduan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut peretasan dua hari terakhir yang mendera Telkomsel dan Indosat sebagai bentuk kekecewaan pelanggan terhadap layanan mereka.

Operator, menurut Sularsi, dianggap tidak menyediakan informasi yang jelas atas produk yang mereka jual.

"Ketika informasi itu diberikan secara utuh maka konsumen bisa menggunakan hak pilihnya secara tepat," ujar Sularsi ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (30/4).

Sularsi mencontohkan layanan data internet di jaringan 4G.


Pada kasus Telkomsel, jumlah kuota yang diberikan ke pelanggan ternyata tidak bisa digunakan seutuhnya. Paket data berkuota 6GB misalnya, dipecah oleh Telkomsel untuk jaringan 2G, 3G, dan 4G. Sehingga pelanggan tidak ansich menerima 6GB di jaringan 4G.

Dari pandangan Sularsi, kuota internet yang akhirnya tak terpakai karena pemecahan penggunaan atau yang diperuntukkan untuk mengakses layanan Hooq/Viu jadi si-sia belaka. Sebab kuota itu tak bisa digunakan di jaringan lainnya.

Tapi konsumen yang tak punya pilihan hanya bisa menuruti keputusan operator seluler.

Tanpa mengesampingkan harga yang terbilang cukup mahal, Sularsi menganjurkan operator seluler segera membenahi masalah di keterbukaan layanan.
Pendapat berbeda disampaikan oleh anggota YLKI lain, Tulus Abadi. Tulus menilai kejadian protes pelanggan lewat peretasan punya kaitan dengan persaingan harga yang tak sehat antar-operator seluler. 

"Untuk internet semua banting harga, semua menawarkan yang murah, harga predatori ini yang harus diusut oleh regulator, siapa yang banting harga internet di Indonesia," kata Tulus.

Menurut Tulus, tarif mahal yang diberlakukan oleh Telkomsel terbilang wajar karena ia menilai ada upaya perluasan jaringan yang terus dilakukan perusahaan telekomunikasi pelat merah itu.
Kendati demikian, baik Tulus maupun Sularsi menyebut aksi peretasan kepada perusahaan telekomunikasi mewakili ketidakpuasan konsumen terhadap kualitas produk.

"Peretas itu mengingatkan, bukan hal negatif," tutur Sularsi.

Sularsi menyebut dari total konsumen telekomunikasi, 80 persen di antaranya menggunakan layanan data dengan mayoritas prabayar. Dengan total sebesar itu, aduan soal keterbukaan dan transparansi produk jadi salah satu yang paling sering YLKI terima. (sumber: CNN Indonesia
)

American Standard Luncurkan Dua Produk Baru, Inilah Harganya



Dalam rangka merayakan 34 tahun kehadirannya, produsen peralatan kamar mandi American Standard meluncurkan dua produk yang diklaim pertama dan satu-satunya di Indonesia.
"Kami memang tiap tahun melakukan launching produk untuk kamar mandi sebagai tempat privat semakin diinginkan," jelas Presiden Direktur LIXIL Water Technology Indonesia Iwan Irwandi, di Jakarta, Kamis (27/4/2017).
Kedua produk tersebut adalah EasySet dan Pristine e-bidet. EasySet merupakan solusi shower terbaru yang diklaim Iwan sebagai pendobrak pasar.
"Kami melakukan peningkatan pada EasySet seperti membuat komposisi air panas dan dingin menjadi sama jumlahnya agar tidak terlalu panas seperti shower kebanyakan," tambah Direktur Pemasaran LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara.
Konsep elegan dan teknologi tinggi diakui Arfindi diterapkan pada EasySet yang memiliki rangkaian kelengkapan mixer thermostatdengan tombol intuitif bertekstur anti licin dan tuas putar pengatur volume air.
Sementara itu, Pristine e-bidet merupakan produk integrated toilet modern yang juga menjadi solusi untuk kamar mandi dengan ukuran terbatas.

Arfindi menjelaskan, e-bidet yang dipasangkan dengan kloset akan mampu memberikan pengalaman membersihkan bagian tubuh secara menyeluruh.
"Itu terjadi karena Pristine e-bidet memiliki dual nozzle yang berfungsi melakukan semprot depan dan belakang dan mode pembersihan lembut dengan busa untuk konsumen wanita serta opsi alat pengering," ucap dia.
Untuk harganya, Arfindi menjelaskan shower EasySet dibanderol mulai dari Rp 10 juta, sedangkan Pristine e-bidet dijual dari harga Rp 6 juta.
"Harga itu masih baru dan kami akan sesuaikan dengan pasarnya. Kalau target pasarnya sendiri kedua produk ini untuk menengah ke atas," pungkas Arfindi. (sumber: kompas.com)

Konsumen Perlu Tahu, Honda SH150i Tanpa "Kick Starter"



Pada model Skutik, kick starter sering kali terlupakan pemilik sebab jarang digunakan. Perannya baru disadari pada saat-saat terakhir untuk menyalakan mesin secara manual ketika energi aki habis atau tombol starter tangan tidak lagi bisa digunakan.
Walau jarang dipakai, konsumen di Indonesia masih terbiasa dengankick starter terutama buat model Skutik. Makanya, begitu model Skutik yang dijual di Indonesia tidak didesain pakai kick starter, konsumen harus diberi penjelasan.
Seperti langkah Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan Skutik SH150i yang diimpor dari Vietnam. Sama seperti PCX 150, model ini juga tidak dilengkapi kick starter.
Winaryanto, Staff Instructur Technical Training Departement Technical Service Division AHM, setuju kalau konsumen SH150i harus diberi penjelasan agar menyadari penggunaannya. Dia juga mengatakan konsumen harus lebih peduli terhadap kesehatan aki, sebab fungsinya sentral sebagai satu-satunya cara menyalakan mesin.
“Perlu dikasih tahu, tidak ada penggunaan kick starter. SH150i murni mengandalkan aki. Kesehatan aki sangat penting karena dia yang diandalkan buat semua kelistrikan,” ucap Winaryanto di Indonesia International Motor Show, Sabtu (29/4/2017).
Selain itu juga, aki sangat penting buat sistem kunci kontakimmobilizer SH150i yang artinya tanpa kontak fisik anak kunci buat menyalakan mesin. Jika aki mati, sistem kunci juga tidak bisa menyala, otomatis mesin tidak bisa hidup. (sumber: otomania.com)

Mobil Listrik Tesla Dibanderol Rp 4,4 M Siapa Mau?



Sejak tahun lalu, pengimpor mobil mewah yang berbasis di Jakarta, Prestige Image Motorcars (PIM), berani mendatangkan salah satu merek mobil listrik tersukses di dunia, Tesla. Mereka kini memajangnya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017.
Model yang melantai di Hall A di JI Expo, Kemayoran, Jakarta adalah Tesla Model S P100D berkelir putih mutiara. Tipe ini menyusul dua lainnya yang sudah dipasarkan PIM, yakni Tesla Model S 75 dan Model S 85. Beda ketiganya adalah jarak tempuh.
Menurut Anthony, salah satu wiraniaga PIM, (28/4/2017), menjelaskan bahwa tipe terbaru bisa melaju hingga 539 km. ”Kalau tipe yang dulunggak sampai 400 km. Jadi bedanya ada di kapasitas baterai yang lebih canggih,” katanya.
Paket baterai disebut berkapasitas 100 kWh. Tak hanya bisa melaju lebih jauh, mobil ini juga disebut bisa melesat dari berhenti ke 100 kpj hanya dalam waktu 2,5 detik.
Paling bikin penasaran tentunya harga. PIM membanderol Tesla Model S P100D Rp 4,4 miliar. Bedanya cukup jauh dengan dua model sebelumnya yang berada di kisaran Rp 2 miliar.
Tapi, masalah yang akan dihadapi konsumen ketika membeli mobil listrik seperti Tesla adalah infrastruktur untuk mengisi ulang baterai. Indonesia belum siap seperti di Amerika Serikat, negara asal Tesla, yang sudah tertanam banyak stasiun pengisian daya di berbagai kawasan.
Namun Anthony mengatakan bahwa PIM akan membuatkan fasilitas pengisian daya di rumah masing-masing. (sumber: kompas.com)

Sabtu, 29 April 2017

Perang Tarif Internet, Operator Bisa Bangkrut


Peretasan pada situs PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), operator terbesar di Indonesia saat ini, pada Jumat (28/4/2017) menjadi sorotan masyarakat. Peretas situs Telkomsel mengeluhkan mahalnya taruf internet operator anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tersebut.
Kahlil Rowter,  Kepala Ekonom PT Danareksa Sekuritas menanggapi peristiwa ini. Menurut dia, tarif internet yang ditetapkan oleh Telkomsel saat ini tidak ada yang perlu dipermasalahkan.
Sebab saat ini tarif yang berlaku di Telkomsel adalah tarif yang fair dan tidak ada indikasi usaha untuk monopoli atau anti kompetisi.
Selain itu kualitas yang diberikan oleh Telkomsel juga dinilai Kahlil jauh lebih baik dan transparan ketimbang operator serupa yang menjalankan bisnis yang sama.
Dia mengatakan, seharusnya masyarakat sudah bisa melihat industri telekomunikasi itu tidak sekadar harga saja. Tetapi juga harus dilihat dari kualitas layanan yang diberikan oleh operator telekomunikasi (quality of service) dan keterjangkauan jaringan. Karena kualitas layanan ini adalah abstrak, maka pemerintah harus mengatur.
Menurut dia, saat ini ada operator yang menyediakan tarif murah, namun kualitas layanan yang diberikan masih terbilang rendah. Seperti masih adanya blank spot, gagal sambung dan penurunan kualitas layanan lainnya. Padahal itu masih di wilayah Jakarta. Apa lagi di luar Jakarta dan luar pulau Jawa.
“Ini kita ibaratkan Telkomsel itu seperti mobil premium sementara operator lain seperti mobil niaga. Mobil premium memiliki standar kualitas yang jauh lebih dibandingkan mobil niaga. Dengan penetapan standar kualitas maka konsumen akan dapat menilai sendiri operator mana yang terbaik untuk mereka,” terang Kahlil melalui keterangan tertulisnya, Jumat.
Bangkrut
Kahlil menilai hingga saat ini tarif internet di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia masih jauh lebih murah. Namun demikian kualitas internet di Indonesia juga dinilai ekonom dari Danareksa ini masih dibawah negara-negara Asia. Kualitas internet yang bagus dinilai Kahlil hanya terjadi di Jakarta dan beberapa kota besar saja.
Mengenai tarif internet di Indonesia yang terlalu murah, juga dikiritisi oleh Kahlil. Jika masih menerapkan perang tarif di internet, maka bisa dipastikan operator telekomunikasi tersebut tidak mampu mempertahankan kualitas layanannya kepada konsumennya.
“Ujung-ujungnya nanti operator tersebut akan bangkrut. Contohnya saja Esia dan Fren yang dahulu jor-joran dalam menerapkan tarif telekomunikasinya. Namun itu semua keputusan bisnis masing-masing operator," lanjut Kahlil.
Tanggapan Telkomsel
Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel, sebelumnya mengatakan bahwa Telkomsel berterima kasih dan menghargai keluhan masyarakat pengguna soal tarif kuota Internet.
"Hal ininmerupakan bukti jika produk Telkomsel digunakan oleh masyarakat luas," kata Adita melalui keterangan persnya.
Terkait tarif, Adita mengatakan bahwa penetapan tarif Telkomsel selalu merujuk pada komponen biaya jaringan termasuk untuk kebutuhan akses bandwidth internasional.
Telkomsel juga menyediakan beberapa pilihan paket internet kepada pelanggan, dengan berbagai pilihan harga sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dia menerangkan bahwa hingga saat ini layanan Telkomsel sudah hadir di 95 persen wilayah populasi Indonesia. Layanan 4G Telkomsel juga telah hadir di sekitar 500 ibu kota/kabupaten untuk memberikan pelanggan pengalaman internet cepat. Bahkan masyarakat di wilayah perbatasan sudah dapat menikmati layanan 4G LTE.
Saat ini pelanggan Telkomsel mencapai 169 juta pelanggan dimana sekitar 50 persen diantaranya tercatat sebagai pelanggan 3G/4G. Telkomsel juga telah melaksanakan pembangunan sekitar 25.000 BTS baru sepanjang 2016, yang mana 92 persen diantaranya merupakan BTS 3G/4G. (sumber: kompas.com)