Tampilkan postingan dengan label kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamera. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

Saling Susul dalam Hal Mutu Kamera Ponsel, Siapa Mereka?




Apple, Samsung dan Google rupanya saling berlomba dalam meningkatkan mutu kamera handphone yang diproduksinya. Itu semua tentu dalam rangka memuaskan para penggemarnya.
Akhir September lalu, iPhone 8 Plus memuncaki ranking kamera smartphone berdasarkan hasil uji DXOMark, situs referensi untuk pengujian kualitas gambar perangkat digital, termasuk ponsel. Kemudian segera disusul Galaxy Note 8 yang menurut DXOMark lebih baik dalam hal kemampuan menjepret foto.
Kini, giliran Pixel 2 besutan Google menyalipnya dan didaulat sebagai smartphone dengan kamera terbaik, meskipun tak dibekali teknologi kamera ganda seperti para pesaingnya.
Kepada Pixel 2, DXOMark memberikan skor terbaik yang pernah didapat oleh sebuah smartphone, yakni 99 poin untuk penilaian foto dan 96 poin untuk penilaian video, sebagaimana dirangkumKompasTekno dari DPReview, Jumat (6/10/2017).
Pengujian DXOMark mencakup sejumlah parameter, seperti exposure dan kontras, akurasi warna, noise, zoom, dan bokeh. DXOMark memuji kemampuan Pixel 2 dalam menangkap detail gambar, baik di area terang maupun gelap, dalam keadaan kontrasi tinggi, seperti di bawah matahari saat tengah hari.
“Di saat cerah Google Pixel 2 menangkap detil tinggi, dengan rendering warna bagus dan dynamic range yang impresif sehingga membuatnya jadi kamera andal untuk menjepret scene dengan kontras tinggi,” tulis DXOMark.
Hasil penilaian kualitas foto dan video Pixel 2 oleh DXOMark.
Hasil penilaian kualitas foto dan video Pixel 2 oleh DXOMark.(DXOMark)

Google memang meningkatkan kemampuan kamera Pixel 2 dibanding pendahulunya. Pixel 2 kini dibekali fitur dual-pixel autofocus berikut fitur penstabil goyangan mekanik (OIS) dan elektronik (EIS).
Kamera Pixel 2 memiliki sensor berukuran 1/2,6 inci dengan resolusi 12 megapiksel yang dipasangkan dengan lensa berbukaan f/1.8. Kamera Pixel 2 sama dengan kakaknya yang berukuran lebih besar, Pixel 2 XL. Jadi kualitas kamera kedua ponsel seharusnya sama pula.
Google Pixel 2
Google Pixel 2(Google)
Kendati dinobatkan memiliki kamera berkualitas terbaik, karena tak memiliki kamera kedua, DXOMark mencatat Pixel 2 tertinggal dari kompetitornya dalam beberapa hal, seperti kemampuan zoom dan kualitas efek depth-of-field (bokeh) saat memotret portrait.
“Pixel 2 memang meningkat dalam hal ini dibanding Pixel, tapi keburaman latar belakang dan bokeh yang dihasilkan tak senatural sistem kamera ganda di iPhone 8 Plus,” tambah DXOMark.

Hasil uji DXOMark selengkapnya, berikut perbandingan foto-foto hasil jepretan Pixel 2 dan sejumlah smartphone lain, bisa dilihat di tautan berikut. (bpp/kpc)

Sabtu, 30 September 2017

GoPro Fusion, Inovasi GoPro di Kamera 360 Derajat




Selain merilis acton camera terbaru dari seri tersukses GoPro, Hero 6 Black, satu kamera terbaru GoPro juga yang tidak kalah menariknya adalah Fusion, yang menjadi senjata perusahaan tersebut bertarung di ranah kamera 360 derajat.

Konten foto dan video 360 derajat sedang sangat populer karena semakin banyak platform yang mendukung konten semacam ini untuk disebarluaskan di internet, misalnya Facebook dan YouTube. Pada kedua layanan tersebut, pengguna bisa menikmati konten baik foto atau video berformat 360 derajat.

Oleh karena itu, pasar perangkat untuk menghasilkan konten tersebut juga ikut subur, dan semakin banyakbrand kamera yang juga menciptakan kamera 360 derajat.



GoPro Fusion akan dirilis bulan November nanti, dengan harga sekitar USD699 atau setara Rp10 juta. Meskipun masih terbilang mahal, tetapi kemampuan 360 derajat buatan GoPro tampak menjanjikan dari demo yang dipresentasikan oleh Founder & CEO GoPro Nick Woodman.

Perangkat kamera ini bekerja dengan dua buah lensa yang berbentuk separuh bulatan dan berada di bagian depan serta belakang bodi kamera. GoPro Fusion mampu menghasilkan video dengan resolusi 5.2K di kecepatan frame 30fps.

Selain itu, kamera ini juga mampu menangkap suara utuh 360 derajat. Untuk kebutuhan megambil foto, kameranya mampu mengambil foto dengan resolusi 18MP. Tersedia konektivitas seperti GPS, Wi-Fi dan Bluetooth.

GoPro Fusion juga memiliki sensor yang mampu meningkatkan kualitas video jauh lebih baik ketimbang GoPro sebelumnya. Perangkat ini memiliki sensoraccelerometer, gyroscope, dan kompas, sehingga perangkat ini bisa merekam video dalam aksi yang melaju cepat dengan minim guncangan.

Sementara kebanyakan kamera 360 derajat menghasilkan foto dan video dalam bentuk seperti melengkung dan mode bulat yang biasa disebut 'tiny planet', GoPro Fusion bisa menyatukan gambar atau video360 derajat menjadi flat satu frame dengan kualitas 1080p. Menariknya, frame tersebut bisa Anda tentukan sendiri, jadi Anda bisa memilih sudut pandang mana yang mau ditampilkan dari sudut 360 derajat yang berhasil terekam.  Fitur ini dinamakan Over Capture.

Over Capture, menurut Woodman, akan menjadi sebuah konten kreatif baru bagi pengguna GoPro, sebab mereka bisa memiliki banyak konten yang bisa ditampilkan hanya dengan satu buah konten 360 derajat yang dihasilkan dalam sekali shoot. (sumber: metrotvnews,com)

Sabtu, 26 Agustus 2017

Setelah Galaxy Note 8, Samsung Bawa Kamera Ganda ke Galaxy S9 dan J7+?



Galaxy Note 8 adalah smartphone pertama Samsung yang dilengkapi kamera belakang ganda. Namun, tampaknya, perusahaan asal Korea Selatan itu akan mengikuti tren dan menggunakan sistem kamera ganda di smartphone buatannya yang lain.

Tidak lama setelah peluncuran Galaxy Note 8, telah beredar rumor yang menyebutkan, Samsung akan mempersenjatai perangkat lain buatannya dengan kamera ganda, misalnya smartphone flagship Galaxy S dan kelas menengah Galaxy J7+

Kamera belakang ganda memang telah menjadi populer dalam waktu beberapa tahun belakangan. Sistem kamera ganda telah digunakan dalam smartphone premium seperti iPhone 7 Plus atau bahkan smartphone dengan harga yang lebih ramah kantong, seperti Xiaomi Mi 6.

Samsung, salah satu pemain besar dalam industri smartphone, belum mengikuti tren ini sampai mereka merilis Galaxy Note 8 beberapa hari lalu. 

Setelah peluncuran Note 8, muncul spekulasi bahwa penerus Galaxy S8, yang diduga akan dinamai Galaxy S9, juga akan dilengkapi dengan kamera belakang ganda, menurut analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo, yang selama ini cukup sukses memprediksi langkah Apple.

Meskipun Samsung belum membuat pengumuman resmi, masuk akal jika Samsung membawa sistem kamera ganda pada jajaran Galaxy S. Seperti yang disebutkan oleh CNET, Galaxy Note 8 kini adalah smartphone paling premium Samsung.

Memperbaiki performa yang ada pada ponsel ini untuk dipasang pada smartphone flagship mereka yang berikutnya adalah langkah yang masuk akal. 

Smartphone kelas menengah, Galaxy J7+ juga dikabarkan akan memiliki kamera belakang ganda. Kabar ini muncul ketika sebuah gambar yang diduga poster promosi dari Samsung Thailand telah bocor, menunjukkan keberadaan dua kamera belakang. Jika gambar ini benar, maka Samsung rela untuk membawa fitur dua kamera pada jajaran J, lini yang memiliki harga yang lebih terjangkau.  (sumber: metrotvnews.com)