Sabtu, 29 April 2017

Teknologi Terapan untuk Pengembangan Wisata Danau Toba



Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung menilai kawasan strategis nasional Danau Toba butuh sentuhan teknologi terapan untuk memenuhi kelengkapan infrstruktur berbasis penelitian dan pengembangan terpadu.
Dia mengatakan ini saat membuka sosialisasi teknologi terapan Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) bekerja sama dengan Balitbang Provsu dan Balitbang Kementerian PUPR. Acara ini memaparkan inovasi-inovasi aktual teknologi terapan yang akan dimanfaatkan Provinsi Sumatera Utara untuk pengembangan kawasan Danau Toba.
Nurhajizah mengakui kawasan Danau Toba telah menjadi prioritas kepariwisataan global setelah Bali. Selama ini sudah banyak riset yang dilakukan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi, tapi masih parsial. Perlu litbang terintegrasi agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat.
"Saya minta seluruh aparatur litbang serta stakeholder terutama dewan riset semakin solid karena peran penelitian dan kajian sangat penting dan strategis dalam mendesain kebijakan pembangunan kawasan Danau Toba. Kebijakan pembangunan melalui program unggulan harus bermuara mengentaskan kemiskinan," kata Nurhajizah, Jumat (28/4/2017).
Kepala Badan Litbang Provsu HMA Effendy Pohan mengemukakan berbagai kegiatan strategis di Sumut saat ini termasuk pengembangan kawasan Danau Toba memerlukan kebijakan berbasis riset, penelitian akurat dan proporsional.
Contohnya dengan menyinergikan berbagai program teknologi terapan PUPR ke kegiatan litbang dan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara.
“Meningkatkan kualitas litbang dan membangun infrastruktur khususnya dalam upaya mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba dan berbagai teknologi lain yang dapat diterapkan di sini,” kata Effendy.
Tantang Warga Siantar Nurhajizah menantang warga dan Pemko Pematangsiantar untuk mencermati berbagai peluang dan terobosan ekonomi dengan hadirnya Kawasan Strategis Nasional (KSN) Danau Toba.
Meskipun sebagian besar wisatawan akan melalui Bandara Silangit, tapi dia yakin Kota Pematangsiantar akan tetap menjadi alternatif lintasan wisatawan ke Danau Toba.
"Pematangsiantar harus bisa melihat peluang-peluang usaha yang ada. Paling tidak industri kreatif yang produknya unik dan dapat menarik perhatian pendatang bisa terus dikembangkan,” kata perempuan yang pada 9 Maret 2017 lalu dilantik menjadi wakil gubernur ini.
Dia meminta mentalitas masyarakat dan aparatur yang kurang disiplin segera berubah. Menurutnya, salah satu persoalan yang menghambat kemajuan dan membuat Sumatera Utara tertinggal karena orang-orangnya kurang patuh aturan serta memiliki ego tinggi.
"Hal-hal ini harus kita tinggalkan kalau tak ingin Sumut ini terus-terusan dipantau KPK. Sesama SKPD harus bersatu dan solid untuk bekerja sama. Sebentar lagi, kita akan menggandeng investor China untuk membangun kawasan pesisir pantai sehingga bernilai ekonomis, mulai dari Nias, Sibolga, Serdangbedagai, Kuala Tanjung dan Batubara," ungkapnya.
Sumatera Utara sangat membutuhkan investor dalam berbagai jenis usaha, termasuk investor untuk pengelola pabrik kopi karena kopi asal Sumut terkenal di Eropa. Untuk membangun kawasan Pulau Nias, mulai tahun ini akan masuk investasi sebesar Rp 58 triliun dari China yang fokus mengembangkan sektor pariwisata.
“Di sana akan dibangun bandara, hotel dan fasilitas lain bertaraf internasional. Estimasinya, Nias akan dikunjungi sedikitnya 1.000 wisatawan asing per hari, jika pembangunan infrastrukturnya selesai,” pungkasnya. (sumber: kompas.com)

Benarkah Tarif Internet Indonesia Lebih Mahal dari Negara Lain?



 Peretas yang meretas situs Telkomsel mengeluhkan tentang mahalnya tarif data internet operator tersebut. Kejadian pada Jumat (28/4/2017) ini membuat Telkomsel banyak disorot oleh masyarakat
Apa benar tarif internetnya lebih mahal dari negara lain?
Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB Muhammad Ridwan Effendi menegaskan bahwa hal itu tidak benar. Menurut dia, tarif internet Telkomsel terbilang masih wajar dan operator lainnya, tidak lebih mahal.
"Tarif data internet operator di Indonesia masih termurah di dunia sesudah India," ujar Ridwan melalui keterangan tertulisnya, Jumat.
Ridwan yang sebelumnya dua periode menjabat sebagai anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan bahwa, klaimnya tersebut dia sampaikan berdasarkan pengalamannya dengan operator di luar negeri.
Ridwan memaparkan, operator seluler di Amerika Serikat, misalnya, menawarkan tarif 40 dollar AS atau sekitar Rp 520.000 untuk paket 8 GB.
"Di Indonesia ada paket yang 45.000. Di Spanyol Rp 500.000 per 8 GB, di Amerika Rp 520.000 per 8 GB. Kemarin di Cordoba, saya kena 30 euro untuk paket yang sama. Untuk tarif voice relatif sama, 10 sen per menit. Sekitar Rp 1.700 rupiah per menit. Sementara kalau di Inggris, sekitar 15 sen poundsterling per menit atau Rp 3.000 per menit," ujarnya.
Dengan demikian, tarif voice atau percakapan suara di luar negeri, rata-rata masih lebih tinggi dua kali lipat. Bahkan, tegas Ridwan, tarif data di luar negeri bisa sampai dengan 10 kali lipat lebih mahal dibanding operator di Indonesia.
Dengan kondisi ini, justru Ridwan menilai, operator saat ini masih lebih banyak melakukan subsidi silang dari layanan voice ke data. Justru jika hal itu diterapkan ke pengguna, akan tidak adil bagi masyarakat luas.
"Semua operator sekarang ini mensubsidi harga paket data dari revenue voice. Dari sisi kerakyatan ini sangat tidak adil, revenue voicekebanyakan berasal dari masyarakat menengah ke bawah, sementara pemakai data adalah masyarakat menengah ke atas," papar Ridwan.
"Perlu disadari saat ini tarif paket data retail kebanyakan masih di bawah ongkos produksi. Saat ini terbukti efek gunting itu, dimana trafik data melesat semakin tinggi, sementara pendapatan operator datar-data saja. Kelihatannya Telkomsel ingin mengurangi gap itu," jelasnya.
Tanggapan Telkomsel
Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel, mengatakan bahwa Telkomsel berterima kasih dan menghargai keluhan masyarakat pengguna soal tarif kuota Internet.
"Hal ininmerupakan bukti jika produk Telkomsel digunakan oleh masyarakat luas," kata Adita melalui keterangan persnya.
Terkait tarif, Adita mengatakan bahwa penetapan tarif Telkomsel selalu merujuk pada komponen biaya jaringan termasuk untuk kebutuhan akses bandwidth internasional.
Telkomsel juga menyediakan beberapa pilihan paket internet kepada pelanggan, dengan berbagai pilihan harga sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dia menerangkan bahwa hingga saat ini layanan Telkomsel sudah hadir di 95 persen wilayah populasi Indonesia. Layanan 4G Telkomsel juga telah hadir di sekitar 500 ibu kota/kabupaten untuk memberikan pelanggan pengalaman internet cepat. Bahkan masyarakat di wilayah perbatasan sudah dapat menikmati layanan 4G LTE.
Saat ini pelanggan Telkomsel mencapai 169 juta pelanggan dimana sekitar 50 persen diantaranya tercatat sebagai pelanggan 3G/4G. Telkomsel juga telah melaksanakan pembangunan sekitar 25.000 BTS baru sepanjang 2016, yang mana 92 persen diantaranya merupakan BTS 3G/4G.
"Semua ini tentunya kami tujukan untuk bisa membantu masyarakat memperoleh akses telekomunikasi yang dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia," pungkas Adita. (sumber: kompas.com)

Teknologi Nano Super Semen Menghemat Biaya Konstruksi 20 Persen


Sebagai salah strategi menghadapi persaingan pasar semen Indonesia, Siam Cement Group (SCG) mengeluarkan produk semen inovatif terbarunya bernama SCG Super Semen.
Melalui unit bisnisnya SCG Cement-Building Materials, produk tersebut dibuat dengan formula yang lebih intensif berteknologi nano sehingga mampu menghemat biaya dan ramah lingkungan.
"SCG Super Semen menggunakan formula agar dapat mengurangi besarnya area penyimpanan semen yang dibutuhkan sekaligus menghemat biaya tenaga kerja," ucap Country Director SCG Indonesia Nantapong Chantrakul di Jakarta, Kamis (27/4/2017).
Menurut Sales and Channel Manager SCG Cement Building Materials Boonya Sirisakdi, SCG telah melakukan beberapa percobaan dan penggunaan serta terbukti lebih efisien 20 persen dibandingkan penggunaan semen biasa.
Hal itu kemudian membuat kontraktor bisa menekan biaya pengeluarannya untuk semen.
Selain itu, lanjut Nantapong, SCG Super Semen berbobot 40 kilogram diklaim ramah lingkungan.
Hal ini karena semen yang digunakan lebih sedikit ketimbang semen normal 50 kilogram.
"Walaupun lebih sedikit menggunakan semen dengan jumlah air dan pasir pada pencampuran semen 50 kilogram, hasilnya sebanding dengan semen 50 kilogram ketika diaplikasikan pada bangunan," imbuh dia.
Untuk saat ini, SCG Super Semen baru dipasarkan di wilayah Jawa Barat. Meski begitu, SCG menargetkan penjualan Super Semen ini mencapai 20 persen dari total bagged cement. (sumber: kompas.com)

Jumat, 28 April 2017

Video di Facebook Dicomot, Pembuatnya Tetap Dapat Duit


 Facebook menetapkan kebijakan baru yang memungkinkan kreator video memonetisasi kontennya meski telah di-repost oleh pengguna lain. Ini untuk memastikan bahwa duit yang mengalir dari jumlah view sebuah video benar-benar tepat sasaran.
Kebijakan tersebut merupakan bentuk dari peningkatan program "Rights Manager" yang sejatinya telah dirilis  Facebook sejak tahun lalu. Mulanya, cuma ada dua poin yang diatur.
Pertama, kreator diberi tahu ketika video mereka dicomot pengguna lain dan di-repost. Kedua, kreator bisa meminta  Facebook untuk menarik video yang di-repost itu atau membiarkannya saja agar video ditonton lebih banyak orang.
Opsi ketiga ini bisa dibilang sebagai jalan tengah bagi para kreator yang merasa dirugikan secara finansial ketika videonya di-repost, tapi di saat bersamaan juga membutuhkan view lebih agar videonya viral.
Pasalnya, dua manfaat bisa didapatkan sekaligus tanpa ada dilema, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (28/4/2017) dari blog resmi  Facebook.
Meski demikian,  Facebook juga memberi disclaimer bahwa pengaturan ini masih dalam proses pembelajaran sembari dirilis publik. Dengan begitu, mungkin fungsinya belum maksimal namun dijanjikan bakal meningkat dan berguna di masa depan.
"Opsi ini bisa jadi hal yang berguna bagi kreator di masa depan," begitu yang dijanjikan  Facebook. Untuk informasi lebih lengkap soal kebijakan ini, silakan buka tautan ini. (sumber: kompas.com)

Beginikah Cara Peretas Bajak Situs Telkomsel?


Alfons Tanujaya, pakar keamanan digital, menyebut ada dua kemungkinan situs Telkomsel kena retas. Pertama karena ada celah keamanan yang berhasil dieksploitasi dan kedua karena username dan password web hosting berhasil diketahui oleh peretas.

Soal kemungkinan pertama, Alfons menyebut pihak keamanan Telkomsel tidak sigap dalam menambal celah keamanan di sistem hosting yang telah terekspos para peretas. Alhasil pelaku berhasil mengeksploitasi situs Telkomsel seperti yang terlihat sejak pagi.

Alfons mengatakan celah seperti itu bisa berujung pada risiko eksploitasi database oleh pihak peretas yang imbasnya bisa sangat parah jika terjadi.

"Kemungkinan kecil, tapi ceroboh banget kalau itu sampai terjadi," ujar Alfons ketika ditelpon CNNIndonesia.com, Jumat (28/4).

Kemudian untuk kemungkinan berikutnya, peretasan terjadi akibat peretas mengetahui nama pengguna dan kata sandi untuk mengakses web hosting. 

Menurut Alfons, Telkomsel seharusnya bisa menghindarinya dengan memasang pengamanan two-factor authentication (TFA) atau pengamanan dua pintu. 

Cara lain yang semestinya dipakai oleh Telkomsel adalah membatasi Internet Protocol (IP) yang bisa mengakses dan mengganti web hosting mereka.

"Jadi harusnya sekelas Telkomsel melakukan hal-hal seperti itu dan itu artinya belum dilakukan," ucap Alfons.

Selain masalah deface yang mendera situsnya Telkomsel juga harus menanggung malu lantaran hasil pencarian teratas dengan kata kunci 'Telkomsel' di Google kena retas sehingga berisi kata-kata kasar. Menanggapi hal ini, Alfons berujar Telkomsel bisa mengubahnya secepat mungkin dengan menghubungi pihak Google.

"Kalau adminnya peduli, bisa itu diubah," imbuhnya.

Sampai tulisan ini ditulis pada pukul 12.10 WIB, hasil pencarian dengan kata kunci 'Telkomsel' di mesin Google masih kena retas.

Alfons memperkirakan hal itu terjadi karena mesin pencari Google bekerja lebih cepat dibanding mesin pencari lain seperti Bing dan Yahoo karena dapat menangkap cache dari metadata kurang dari 12 jam. Hal itu menjelaskan pencarian dengan kata kunci 'Telkomsel' di Bing dan Yahoo tidak menampilkan hal yang sama seperti di Google. (sumber: CNN Indonesia)

TeknoLut: DJI dan Hasselblad Punya Drone Kamera Profesional

TeknoLut: DJI dan Hasselblad Punya Drone Kamera Profesional: Kerja sama DJI dan Hasselblad telah hadir dalam bentuk nyata, saat keduanya mengumumkan M600 Pro Drone dan kamera H6D-100c. Pengumuman te...

DJI dan Hasselblad Punya Drone Kamera Profesional


Kerja sama DJI dan Hasselblad telah hadir dalam bentuk nyata, saat keduanya mengumumkan M600 Pro Drone dan kamera H6D-100c. Pengumuman tersebut disampaikan pada konferensi industri di Las Vegas, Amerika Serikat.

Menurut The Verge, perangkat tersebut ditujukan DJI dan Hasselblad sebagai sistem untuk mendukung fotografi karya seni dan pemandangan bercita rasa tinggi. Selain itu, perangkat ini juga ditujukan untuk memperkuat data survei dan pembuatan peta.

Kamera ini berbekal sensor 53,4mm x 40mm, memungkinkan perangkat ini memotret dan merekam gambar dengan detil baik dan warna alami. Kemampuan tersebut diklaim DJI dan Hasselblad bahkan mampu dihadirkan pada kondisi pencahayaan redup.

M600 Pro saat ini ditawarkan seharga USD4.999 (Rp66,6 juta) dan dipasarkan sebagai alat produksi film sekelas Hollywood. M600 Pro diluncurkan di saat bersamaan dengan Ronin MX, ditawarkan seharga USD1.599, serta berbobot seberat 13 pon (5,8Kg).

Hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait dengan M600 yang dikombinasikan dengan Hasselblad H6D-100c. Namun perangkat ini diperkirakan akan dipasarkan dengan harga cukup tinggi, yaitu USD30.000 (Rp400 juta).

Kerja sama ini juga menjadi perwujudan kembali Hasselblad ke ranah kamera, yang dimulai saat merancang kamera untuk Swedich Air Force selama perang dunia 2. Popularitas internasionalnya semakin kukuh setelah berkesempatan menciptakan perangkat yang digunakan oleh NASA memotret pendaratan pertama di bulan ikonik. (sumber: metrotvnews.com)